Jika aku
memiliki 100 kekuatan cinta, akan aku tebarkan disetiap perjalananku. Aku
sisipkan ia di hati siapa saja. Lalu aku bawa sisa cinta yang ada ke perjalanan
selanjutnya. Aku dekap dalam hati, tak terlihat sampai ia benar-benar ku tebar.
Tak terasa sampai ia meminta untuk merasakannya. Suci tanpa noda. Putih tanpa
goresan. Sebening hati lebih tepatnya. Hampir 14 tahun aku melanglang buana,
pergi meninggalkan kota kelahiran, ke tempat asing tanpa ada satupun kenalan. Tanpa ada satupun tempat aku untuk melarikan diri. Pilihannya cuma satu: menetap disitu. Terus berpetualang
seolah rumahku hanyalah sebagai pelabuhan tempat persinggahan. Seolah ia pun
tak rela aku duduki dalam waktu yang lama. Ia berbisik agar aku
meninggalkannya. Setiap perjalanan yang telah kutempuh menghasilkan sejuta
hikmah yang sengaja aku pungut dari pelajaran hidup yang berserakan. Menjadi
sebuah coretan kecil sebagai pengingat diri. Ketawa kecil adalah jawaban ketika
coretan itu aku kibas kembali. Aku suka perjalanan. Aku suka pertualangan.
Karena disana aku bisa merasakan cinta yang lebih abadi, satu2nya cinta yang
murni, tulus, putih, suci; cinta Illahi.
Bagiku perjalanan
bukan hanya indah ketika kita melewatinya, bahkan ia akan lebih terasa indah
ketika perjalanan itu telah usai dan menjadi sebuah cerita. Seperti pohon yang
rindang, menyejukan siapa saja yang bernaung dibawahnya, memiliki batang yang
kuat dan memiliki buah yang manis; kenangan itu pasti indah. Baik duka maupun luka akan terasa suka ketika hal itu telah terlewati. Bahkan aku bisa menjadi lebih kuat karena mampu menelan baik-baik pengalaman dari kegagalan
untuk dimuntahkan kembali dalam bentuk kesuksesan. Tanpa perjalanan aku tidak
akan mengerti akan hal itu. Tanpa perjalanan aku tidak akan tau apa itu cinta :)
Terkadang
terbesit dalam pikiranku untuk menyudahi perjalanan ini, menetap di suatu
tempat yang pasti, menjalani kehidupan selayaknya hidup, menempati tempat
dimana mereka mengenalku , dan aku pun mengenal mereka. seperti kisah klasik
kebanyakan. tapi eits.. tunggu dulu, itu hanya pikiran yang mengusikku saja.
Dalam hatiku selalu terpatri bahwa perjalanan panjang ke suatu tempat akan
menunjukkan kepadaku bahwa kebudayaan dan teknologi selalu berjalan
berdampingan, saling mengisi, menentukan masa depan suatu peradaban. so, untuk
mencapai masa depan yang gemilang ditentukan oleh sejauh mana perjalanan
yang telah kutempuh. kedepannya aku harus meberikan sumbangsih
kepada alam, bukan hanya melihat kesuksesan yang telah diukir oleh orang-orang sebelumku; hanya melihat dan meratapi. mereka pun pasti tak rela, jika manusia setelah mereka tak memberikan apa-apa, karena bisa dipastikan kehidupan kedepan akan lebih
menantang. Dengan perjalanan yang tak hanya sekedar perjalanan akan memberikan
kita petunjuk untuk menjawab tantangan itu. so, keluarlah! lakukan perjalanan!
agar kita bisa melihat betapa ada tempat yang sangat indah. dan akhirnya kita
bisa menyaksikan ada jejak kita disetiap langkah.
i look, i see
i see a world of beauty
i touch, i feel
i feel a world around so real
selamat menikmati gemuruh perjalanan, yakinlah akan selalu indah disetiap ritmenya! @chuqylebon
No comments:
Post a Comment